Thursday, December 30, 2010

Hati-hati Melakukan Terapi 'Cekik' Leher

img


Jakarta, Banyak orang yang mempercayakan pengobatan dengan cara terapi atau pengobatan alternatif. Tapi pandai-pandailah memilih terapi pengobatan, jangan sampai Anda memilih terapi membahayakan seperti terapi 'cekik' leher.

Mendengar namanya mungkin cukup menyeramkan, tetapi beberapa orang yang telah pernah melakoninya memang menyebut terapi tersebut dengan terapi cekik leher karena menekan nadi leher, walaupun mungkin tidak tepat penamaan seperti itu.

"Sebenarnya tidak ada itu namanya terapi cekik leher, tapi yang ada terapi menekan nadi leher," jelas Dipl Kfm Djohan Gozali Muda, terapis di klinik Sanjiwani Prima, Jl Ciasem No 12 Cikini saat dihubungi detikHealth, Kamis (30/12/2010).

Menurut Djohan yang sudah lama berkecimpung dalam berbagai terapi kesehatan dan kecantikan, terapi dengan menekan urat nadi leher bisa membahayakan, terlebih lagi apabila dilakukan oleh orang yang tidak ahli.

Tapi menurut kalangan dokter, yang ditekan tersebut adalah saraf vagus yang terletak di daerah sisi kiri dan kanan, yang memang berfungsi untuk mengontrol detak jantung dan tekanan darah dan efeknya dapat menurunkan kesadaran.

Djohan menjelaskan, terapi menekan urat leher dilakukan dengan menekan nadi leher dengan lembut hingga pasien agak doyong (hampir jatuh) atau pingsan, kemudian melepaskannya dan melakukan teknik-teknik tertentu untuk menyadarkan kembali pasien tersebut.

"Tapi terapi ini sangat berbahaya, salah-salah setelah orangnya pingsan nggak bisa bangun lagi," jelas Djohan.

Djohan mengaku pernah mempelajari terapi ini, tetapi karena menurutnya risiko yang ditanggung lebih besar ketimbang manfaatnya, ia pun tak lagi mempraktikkan terapi ini.

"Lagipula terapi ini hanya untuk pengobatan umum saja, istilahnya pengobatan darurat. Tidak bisa mengobati asam urat, kolesterol atau penyakit-penyakit lain yang banyak diobati dengan terapi," lanjut Djohan.

Djohan yang kini lebih intens melakukan praktik terapi bekam menjelaskan bahwa terapi 'cekik' leher hanya bisa mengobati penyakit yang sifatnya ringan dan darurat, seperti sakit kepala, sakit perut atau vertigo.

Alasan menekan urat nadi leher menurutnya adalah untuk menekan fungsi tekanan darah atau menghentikan sejenak aliran darah naik dan turun yang melewati nadi leher, kemudian untuk menaikkan tekanan darah pada bagian-bagian tubuh yang dianggap sakit.

"Terapi ini harus sangat hati-hati, pasien yang dengan tekanan darah rendah juga tidak boleh. Tapi bahaya sekali lah ini, mending cari yang aman saja seperti bekam. Saya sih nggak setuju dengan terapi model gini, sudah repot bahayanya besar lagi. Bisa-bisa kalau dilakukan oleh orang yang tidak ahli pasien bisa mati," tutup Djohan.

No comments:

Artikel lainnya