Tuesday, March 8, 2011

'Jamkesmas Kok Rewel'


img



'Orang miskin jangan sakit'. Kejam sekali kedengarannya. Tapi memang begitulah kenyataannya. Betapa biaya berobat di negeri ini sangat mencekik orang yang tak punya uang.

Pemerintah sebenarnya sudah punya program bantuan kesehatan untuk masyarakat kurang mampu. Yang dikenal sebagai Jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) Jamkesda (daerah).

Bantuan ini jelas sangat membantu. Terutama apabila dalam keadaan gawat. Apabila mempunyai kartu itu, akan dengan mudah Rumah Sakit untuk memberikan pertolongan pertama.

Jadi, apabila ada kerabat atau tetangga yang kurang mampu, sarankanlah untuk daftar Jamkesmas/Jamkesda sebelum sakit. Proses untuk mendapatkan kartu Jamkesmas relatif rumit. Harus dari RT/RW, kelurahan, dan seterusnya.

Sayangnya bantuan ini tidak berjalan dengan baik. Masih sering RS menerima pasien yang minta pembayaran dengan Jamkesmas tapi dia pegang Handphone canggih.

Pernah juga ada pasien yang ditolak permohonan Jamkesmasnya kemudian minta kelas VIP. Ternyata urusan seperti ini juga bisa jadi mainan. Yang seperti inilah yang tidak punya hati. Kasihan orang yang benar-benar membutuhkan.

Perlu diingat bahwa tidak semua biaya perawatan ditanggung Jamkesmas atau Jamkesda. Untuk Jamkesda juga berbeda batasnya tergantung daerah masing-masing tempat domisili pasien sesuai KTP.

Tidak hanya itu saja, keluarga pasien harus keliling untuk minta tanda tangan dari satu kantor ke kantor lainnya di RS untuk setumpuk formulir yang diberikan. Dan itu berlaku untuk tiap kali diberi resep atau permohonan penangguhan biaya tindakan lain.

Andai ada sistem yang lebih mudah untuk urusan seperti ini. Mungkin dapat disarankan saat pembuatan KTP, masyarakat langsung bisa disurvei apakah layak memperoleh Jamkesmas? Karena jelas sangat tidak nyaman apabila saat pasien tengah dalam perawatan RS, keluarga baru mengajukan pendaftaran Jamkesmas.

Untuk tenaga kesehatan, tentunya sistem ini sangat baik. Karena membantu sebagian masyarakat kurang mampu untuk berobat. Meskipun tidak seluruh biaya ditanggung. Tenaga kesehatan dapat langsung melakukan tindakan dengan menyesuaikan hal-hal penting dalam pelayanan Jamkesmas.

Perlu disadari bahwa jasa yang diberikan oleh Jamkesmas terhadap pelayanan yang mereka berikan terhadap pasien sangatlah minim. Dan turunnya pun entah kapan? Jangan tanya apakah hitungannya benar. Tahu sendiri jawabannya.

Sehingga terkadang memang tenaga kesehatan terkadang memberikan prioritas terhadap pasien-pasien yang dilayani. Kadang apabila tenaga kesehatan sedang kondisi lelah, akan keluar ucapan 'Jamkesmas kok rewel!'. Mohon dimaklumi, karena mereka juga manusia.

Dengan keterbatasan-keterbatasan tersebut, beberapa RS kemudian memberikan batasan terhadap bantuan yang diberikan kepada pasien. Karena RS tentunya memerlukan dana untuk dapat tetap menjalankan aktivitasnya. Apabila dana dari Jamkesmas tidak keluar seperti seharusnya, mereka tentunya akan merugi.

Sebagian besar RS, terutama RS negeri (RS umum Daerah/Pusat) mempunyai aturan tidak boleh menolak pasien. Tetapi mereka tentunya harus menjelaskan kepada pasien atau keluarganya mengenai perkiraan biaya yang akan dibebankan kepadanya.

Karena mereka juga harus yakin untuk tidak merugi. Di saat inilah pasien-pasien kurang mampu akan memutuskan untuk membawa pasien pulang atau tidak jadi berobat, setelah mengetahui bahwa biaya pengobatan yang mahal dan kalau punya Jamkesmas pun tidak semuanya ditanggung.

Tetapi perlu digaris bawahi bahwa Jamkesmas sangat membantu. Jadi jangan ragu-ragu untuk menjadi anggota Jamkesmas dan jangan ragu-ragu untuk berobat.

Penulis
dr M. Helmi MD, MSc, Anesthesiologist
PhD Research Fellow

Intensive Care Adults Erasmus MC, Kamer H602 's Gravendijkwal 230, 3015CE
Rotterdam, The Netherlands

No comments:

Artikel lainnya