Monday, March 28, 2011

PBNU Tolak Ahmadiyah, Islam Liberal & Ekstrimis


Headline

Headline



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj pun dengan serius terus mendengarkan pemandangan umum berikut program-program yang sudah dan yang akan dikerjakan di tahun mendatang. Para kiai sepuh pun dengan setia mendengarkan paparan para pimpinan lembaga dan lajnah PBNU tersebut.

Nantinya akan ditindaklanjuti dengan pembahasan di komisi-komisi yang terdiri dari lima komisi. Antara lain komisi organisasi, kaderisasi, perekonomian, keagamaan, dan komisi khusus yang akan membahas masalah aktual kebangsaan.

Masalah-masalah keumatan yang aktual dan akan menjadi pembahasan menarik adalah mengenai nasib Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan juga kelompok kelompok Islam Liberal yang menjadi sasaran teror bom.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menolak anggapan sebagian kalangan yang menyebut SKB tiga menteri tersebut sebagai sumber kekerasan yang menimpa anggota Ahmadiyah. "Tidak ada ajaran Islam yang menghalalkan kekerasan," tambah Said lagi. Apalagi mereka juga taat membayar pajak sebagai warga negara.

Mengenai pluralisme, ulama asal Cirebon ini juga menegaskan, meski mengakui pluralisme NU tetap menentang kelompok liberal dan ekstrimis. Sebab aliran liberal dan ekstrimisme bertentangan dengan semangat moderasi NU. Keduanya berada di titik luar batasan Islam moderat Nusantara.

"NU menganut faham tawassut (moderat), bukan liberal. Menurut saya, definisi Islam liberal itu kalau meninggalkan Quran dan hadist. Kalau masih berpulang pada keduanya, Islam yang rasional. Golonan mu’tazilah," ujarnya.

Kelompok liberal, menurutnya, bukan hanya ingin mempengaruhi kehidupan agama, tetapi juga aspek kehidupan lainnya, dalam ekonomi, social, politik dan lainnya. "Ekstrim dan liberal sama-sama berbahaya, tapi kalau kelompok ekstrim lebih berbahaya," jelasnya. [nu/nic]

No comments:

Artikel lainnya