Wednesday, April 27, 2011

Cabai Merah Turunkan Berat Badan Jika Dimakan Sesekali Saja

img



Mengonsumsi cabai merah terbukti bisa mengurangi nafsu makan, sehingga sangat berguna bagi yang ingin mengurangi berat badan. Namun penelitian terbaru menunjukkan, efeknya akan lebih optimal jika cabai ini tidak terlalu sering dimakan.

Cabai merah atau cayenne pepper merupakan jenis cabai yang ukurannya lebih besar dari cabai rawit, berwarna merah dan disebut-sebut paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Nama lainnya adalah Guinea spice, Cow Horn Pepper, aleva atau bird pepper.

Seperti jenis cabai pada umumnya, cabai merah juga mengandung capsaicin yakni senyawa yang memberikan rasa pedas. Berbagai penelitian membuktikan, capsaicin memang bagus untuk diet karena bisa menekan nafsu makan dan meningkatkan pembakaran kalori.

Pemberian kapsul capsaicin pada beberapa partisipan studi ilmiah menunjukkan efek yang memuaskan. Demikian juga ketika uji coba dilakukan dengan cabai asli, manfaat capcaisin sama manjurnya dengan pemberian dalam bentuk ekstrak yang dimasukkan kapsul.

Baru-baru ini, penelitian di Purdue University di Indiana mengungkap cara yang lebih efektif untuk mendapatkan manfaat capsaicin dalam cabai merah. Penelitian ini melibatkan 25 partisipan, terdiri dari 13 orang penggemar sambal dan 12 orang yang tidak doyan pedas.

Peneliti tidak menentukan berapa banyak cabai merah asli (bukan ekstrak capsaicin) yang harus dikonsumsi, partisipan boleh mengambil sendiri sesuka hati. Penggemar sambal rata-rata mengambil 1,8 gram sementara yang tidak doyan pedas rata-rata hanya 0,3 gram.

Secara umum, semua partisipan yang diminta mengkonsumsi cabai merah sama-sama merasakan manfaatnya. Tubuh menjadi hangat, nafsu makan berkurang terutama terhadap makanan asin dan berlemak, serta pembakaran kalori menjadi lebih efisien.

Namun dilihat dari jumlah cabai yang dikonsumsi, partisipan yang tidak doyan sambal mengonsumsi cabai merah lebih sedikit. Artinya dalam takaran lebih kecil, efek capsaicin justru lebih optimal pada orang-orang yang tidak terbiasa makan cabai.

"Ada perbedaan respons pada perubahan nafsu makan berbeda antara kedua kelompok. Ini menunjukkan, efeknya lebih besar pada orang yang tidak terbiasa makan cabai," ungkap Prof Richard Mattes dalam laporan yang dimuat di jurnal Physiology & Behaviour seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (27/4/2011).

No comments:

Artikel lainnya