Monday, April 25, 2011

Dokter: Pasien Jarang Menanyakan Diagnosis

img


Pengobatan yang tidak rasional bisa terjadi karena dokternya tidak kompeten, ditunjang ketidaktahuan pasien soal penyakitnya. Untuk mempelajari sendiri penyakitnya, pasien juga kesulitan karena kadang-kadang tidak tahu apa diagnosisnya.

Seperti manusia pada umumnya, dokter juga bisa salah dalam menangani pasien. Selain karena ceroboh, kesalahan juga bisa terjadi karena dokter kurang mengikuti perkembangan ilmu dan hanya meyakini teori yang dianggap benar pada zaman ia masih kuliah.

Agar tidak menjadi korban kelalaian dokter, pasien sangat dianjurkan untuk bersikap kritis dan aktif mencari tahu penyakitnya. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan oleh pasien adalah menanyakan diagnosis yang jelas mengenai penyakitnya pada dokter.

Hal ini disampaikan oleh dokter anak sekaligus pendiri Yayasan Orangtua Peduli, Dr Purnamawati S Pujiarto, SpA(K), MMPed dalam lokakarya bertema "Sudah Tepatkah Obat Anda?" di Graha CIMB Niaga, Jl Sudirman, Kebayoran Baru, Senin (25/4/2011).

"Misalnya dokter bilang sakit gondok. Itu saja tidak cukup, pasien harus aktif tanya gondok itu apa. Kalau sudah tahu gondok itu istilah medisnya tiroid, tanyakan juga ada apa dengan tiroidnya? Apakah fungsinya berlebih atau berkurang," ungkap dokter yang akrab disapa Dr Wati ini.

Saat periksa ke dokter, seorang pasien minimal harus tahu beberapa hal sebagai berikut:

  1. Apa diagnosis atau masalah yang dihadapi dan apa penyebabnya?
  2. Treatment plan atau apa yang harus dilakukan dan mengapa harus demikian?
  3. Kapan harus cemas, harus kontrol dan harus rawat inap?

Termasuk ketika dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, pasien wajib menyampaikan beberapa pertanyaan berikut agar tidak terjadi pemborosan waktu dan biaya.

  1. Apa tujuan pemeriksaan lab ini?
  2. Mengapa saya membutuhkannya?
  3. Apa risikonya jika saya tidak melakukan pemeriksaan ini?
  4. Apakah ada alternatif lain?
  5. Berapa harga pemeriksaan ini?
  6. Apakah pemeriksaan ini cukup akurat?
  7. Jika hasilnya positif apakah saya pasti sakit?
  8. Jika hasilnya negatif apakah pasti tidak sakit?

Bagi orang awam, istilah medis kadang memang terdengar rumit dan lebih mudah untuk mengingat istilah populernya yakni sakit gondok. Namun dengan mengetahui istilah bakunya, maka pasien akan lebih mudah menelusuri sendiri informasi tentang penyakitnya.

No comments:

Artikel lainnya