Sunday, April 17, 2011

Gadis Cilik Operasi Telinga Lebar Karena Tak Tahan Diejek Terus


img
(Foto: dok ABCNews)
New York, Operasi plastik pada anak-anak sangat tidak dianjurkan karena berbagai alasan mental dan medis. Namun seorang gadis cilik usia 7 tahun memilih untuk melakukan operasi telinganya yang sangat lebar karena tak tahan terus menerus diejek teman-temannya.

Samantha Shaw gadis cilik asal South Dakota AS ini setiap hari harus mengalami bullying (gangguan dan ejekan) gara-gara memiliki telinga yang lebar dan tanpa lekukan seperti kelinci.

Ejekan itu menurut ibunya, Cami Roselles tak hanya dari teman-temannya tapi juga dari orang dewasa yang mungkin hanya gemas melihat telinganya yang sangat lebar. Namun pertanyaan dan ejekan yang menurut orang hanya gurauan biasa tersebut, telah membuat mental Samantha jatuh. Ia selalu menutupi telinga dengan rambutnya, merasa tertekan untuk pergi sekolah atau bermain.

Tak ingin melihat Samantha jatuh kepercayaan dirinya, keluarga akhirnya memutuskan untuk melakukan operasi plastik memperbaiki bentuk telinganya agar terlihat lebih normal dan proporsional. Operasi bentuk telinga ini dinamakan otoplasty, yakni operasi dengan menjepit telinga ke belakang agar tidak terlalu lebar.

Seperti dilansir dari ABCNews, Minggu (17/4/2011) operasi Samantha dilakukan oleh dokter bedah Dr. Steven Pearlman di New York selama 2,5 jam. Operasi tersebut berjalan sukses. Meski sisa pembiusan masih terasa sakit namun Samantha bersedia menjalaninya agar nantinya tidak diejek teman-temannya lagi.

Hasil operasi tersebut cukup baik, telinga Samantha yang tadinya lebar dan tanpa lekukan menjadi lebih proporsional bentuknya seperti bentuk telinga anak-anak normal lainnya.

"Operasi ini sangat berarti bagi Samantha, dia tidak akan diganggu lagi. Saya khawatir suatu saat dia akan mengamuk dan memperlakukan orang dengan cara yang kasar karena sering diejek jika telinganya tidak diperbaiki," kata ibunya.

Operasi plastik pada anak-anak seperti yang dilakukan Samantha ini, menurut data American Society for Aesthetic Plastic Surgery mengalami peningkatan 30 persen dalam 10 tahun terakhir.

Maraknya anak-anak yang melakukan operasi plastik hampir semuanya karena alasan tidak tahan mendapat ejekan dari teman-temannya. Anak-anak yang terus menerus diejek karena ada bentuk tubuhnya yang terlihat tidak normal itu akhirnya mengalami depresi dan memiliki masalah akademis.

Namun pemerhati anak menyesalkan jika masalah ketidaknormalan bentuk tubuh pada anak-anak harus diselesaikan dengan jalan operasi plastik. Menurut para ahli tersebut, operasi plastik bukanlah jawaban untuk menghentikan aksi bullying. Bagaimana peran orangtua menanamkan nilai-nilai kepercayaan diri pada anak dinilai lebih penting untuk mengatasi solusi anak yang sering mendapat ejekan.

Hal senada juga diungkapkan Cheryl Rode, direktur operasi klinis anak di San Diego yang mengatakan pihaknya tidak ingin terus menerus bertanggung jawab atas korban bullying pada anak yang memilih jalan operasi.

No comments:

Artikel lainnya