Thursday, April 21, 2011

Paniknya si Putri Saat Menstruasi Pertama

img



Bagaimana supaya darahnya tidak merembes? Bagaimana cara pakai pembalut? Siapa yang bisa membelikan pembalut? Beli sendiri, ih malu. Beginilah kepanikan remaja putri saat menstruasi pertama.

dr Aditya Suryansyah Semendawai, Sp.A, spesialis anak di RSAB Harapan Kita, menjelaskan awal pubertas pada anak perempuan secara umum terjadi pada rentang usia 8 hingga 13 tahun.

Sedangkan menstruasi pertama pada anak perempuan secara normal akan terjadi kurang lebih dua tahun setelah awal pubertas yang ditandai dengan pembesaran payudara.

"Jadi kalau anak payudaranya sudah tumbuh sejak umur 8 tahun, maka menstruasinya sekitar umur 10 tahun," jelas dr Aditya, Kamis (21/4/2011).

Dalam bukunya yang berjudul 'Panik Saat Puber? Say No!!!' terbitan Dian Rakyat, dr Aditya menjelaskan, menstruasi yang pertama kali terjadi disebut dengan menarche.

Hal ini sering menjadikan sesuatu yang dinantikan oleh remaja putri, bahkan oleh orangtua. Namun, pengalaman pertama kali tersebut seringkali membuat remaja putri panik.

Kebanyakan remaja putri bingung saat mendapatkan menstruasi pertama karena tidak tahu bagaimana harus menyesuaikan diri dengan suasana baru dan rutinitas baru yaitu dengan hadirnya menstruasi.

Menjelaskan menstruasi pada anak

dr Adit menjelaskan peran tepat orangtua, saudara atau teman perempuan yang sudah berpengalaman dengan menstruasi sangat diperlukan untuk meredam kepanikan remaja putri saat pertama kali menstruasi. Orangtua terutama ibu bisa menjelaskan apa yang terjadi saat menstruasi dan apa yang harus putrinya lakukan.

Menstruasi merupakan suatu siklus alamiah yang menunjukkan kesempurnaan seorang wanita. Seseorang yang mengalami menstruasi menunjukkan bahwa hormonnya sudah bekerja.

"Darah yang keluar waktu menstruasi merupakan darah yang berasal dari dinding rahim atau disebut endometrium. Karena terdapat penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron maka terjadilah gangguan pada endometrium sehingga timbullah mens atau disebut haid," tulis dr Aditya dalam bukunya.

Hormon dari kelenjar hipofise otak merangsang mengeluarkan hormon estrogen. Hormon ini menimbulkan perubahan-perubahan pada dinding rahim. Pada saat itu, sel telur bergerak ke tepi ovarium dan sel telur keluar melalui tuba falopi. Peristiwa terlepasnya sel telur tersebut dinamakan ovulasi.

Pada saat terjadinya ovulasi menandakan seseorang berada di masa subur. Dalam keadaan subur tersebut seorang wanita yang sudah mengalami menstruasi dapat hamil jika sel telurnya bertemu dengan sel sperma.

Setelah ovulasi, terdapat perubahan yaitu terjadi peningkatan hormon progesteron. Hormon ini menimbulkan perubahan di dinding rahim sehingga seorang wanita dewasa siap untuk menerima kehamilan bila terjadi pembuahan.

Bila tidak terjadi kehamilan maka kadar hormon tersebut akan turun dan terjadilah pengelupasan dinding rahim yang disertai perdarahan dan inilah yang disebut menstruasi. Semua proses ini umumnya terjadi setiap bulan.

Rata-rata siklus menstruasi pada masing-masing orang terjadi hampir sama setiap bulannya, yaitu 28-30 hari sekali. Namun, ada siklus yang kurang dari 28 hari dan ada yang lebih dari 30 hari. Dan lama menstruasi antara 2-8 hari, namun rata-rata berkisar antara 3-5 hari.

Saat menstruasi, perempuan tidak akan kehabisan darah karena pada saat mens, jumlah darah yang keluar bervariasi, rata-rata sekitar 50 ml.

Namun, bila darah yang kelaur terlalu banyak atau terlalu lama menstruasi, perempuan perlu hati-hati dan sebaiknya segera periksa ke dokter. Hal itu kemungkinan menandakan terjadinya kelainan.

Apa yang harus dilakukan saat menstruasi?

Selain proses terjadinya menstruasi, orangtua juga perlu mengingatkan putrinya yang baru pertama menstruasi agar menjaga kebersihan organ kelamin.

Saat menstruasi, daerah kewanitaan biasanya sangat lembab. Jadi, setiap habis buang air kecil, buang air besar, ketika mandi dan saat mengganti pembalut, basuhlah dengan hati-hati bagian di antara bibir vagina atau vulva dengan menggunakan air bersih.

Tujuannya untuk membersihkan bekas darah, bekas keringat dan bakteri yang ada di sekitar vulva.

Saat membasuh daerah kewanitaan, lakukan dengan cara yang benar yaitu dari arah depan (vagina) ke belakang (anus). Jika dilakukan dari belakang ke depan maka dapat menyebabkan bakteri yang ada di sekitar anus terbawa masuk ke vagina.

Jangan lupa sebelum pakai celana, keringkan dulu dengan menggunakan handuk atau tisu yang sebaiknya tidak berparfum.

Selanjutnya, segeralah untuk mengganti pembalut atau pantyliner jika sudah merasakan tidak nyaman atau lembab. Terutama di saat darah menstruasi sedang banyak-banyaknya, biasanya ini terjadi pada hari 1-3 menstruasi.

Meskipun sepele, tapi ini sangat penting. Jika frekuesi penggantian pembalut terlalu lama, sementara darah menstruasi sedang banyak-banyaknya maka tampungan darah di dalam pembalut akan menjadi sumber penyakit atau sumber bakteri yang akhirnya dapat menyebabkan gatal-gatal kemudian digaruk, lecet dan ujung-ujungnya terjadilah infeksi.

Sebaiknya gunakan celana dalam dari bahan katun sehingga tidak menambah lembab daerah kewanitaan terutama saat menstruasi. Sebisa mungkin batasilah untuk menggunakan celana jeans yang terlalu ketat.

No comments:

Artikel lainnya