Sunday, April 24, 2011

Pepi Alami Indoktrinasi Teroris di Aceh



Headline



Para alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta terkejut, salah satu rekannya berinisial P menjadi tersangka teror bom.

Rekan mantan satu kos dan almamater sutradara berinisial P, Aceh Hasan Syadzily menduga P mengalami indoktrinasi saat menjadi relawan di Aceh.

"Pepi dulu tetangga kosanku di Sanggar Ayu. Dugaan saya proses indoktrinasinya bukan di kampus. Dia mulai berinteraksinya di Aceh. Karena dia sempat membuat film tentang Tsunami Aceh," ujar Ace.

Waktu di Sanggar Ayu, menurut Ace, P bukanlah sosok aktivis kampus. "Dia mahasiswa biasa yang slankean. Rambutnya agak panjang dan tidak terlihat sama sekali seperti sosok aktivis muslim garis keras."

Ace yang kini aktif di Partai Golkar mengaku prihatin dengan tertangkapnya P sebagai salah satu dalang aksi teror bom buku dan bom Serpong. "Sayang banget ya alumni UIN ada yang seperti itu," ujarnya.

Seperti diberitakan, Kamis (21/4/2011) Densus 88 Polri menangkap 20 orang tersangka pelaku teror bom buku dan bom Serpong termasuk di antaranya kamerawan Global TV berinisial IF.

Di antara 20 tersangka ada juga seorang sutradara film dokumenter berinisial P di Nangroe Aceh Darussalam. Mr P ini diduga terlibat dalam teror bom buku dan upaya peledakan pipa gas di Serpong. Dia adalah lulusan Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri (UIN) pada tahun 2001.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyad Mbai kepada Rasio Elshinta mengatakan Mr P adalah kepanjangan dari Pepi. Menurut Ansyad, Pepi adalah sutradara film dokumenter tentang tsunami Aceh berjudul 'Dalam Dekapanku'.

No comments:

Artikel lainnya