Saturday, April 16, 2011

Tak Ada Istilah Tua untuk Olahraga

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Tak ada istilah tua untuk olahraga. Tubuh orang tua tetap bisa merespons aktivitas gerak sama baiknya dengan kondisi tubuhnya saat masih muda. Sayangnya, beberapa orang tua justru lebih fokus pada produk anti penuaan dan melupakan usaha untuk tetap sehat dengan berolahraga.

"Berolahraga adalah 'peluru ajaib' untuk memastikan tetap panjang umur dan mendapatkan kualitas hidup yang baik," jelas Colin Milner, CEO dari International Council on Active Aging, seperti dilansir Preventdisease, Sabtu (16/4/2011).

Para ahli kesehatan mengatakan bahwa salah satu cara terbaik meningkatkan kemampuan tubuh untuk menangkal masalah kesehatan seperti ketika Anda masih dalam kondisi prima dan berusia muda adalah berolahraga.

Sayangnya, hanya sedikit orang yang mau melakukan olahraga saat sudah memasuki usia senja. Dalam studi yang dilakukannya, Milner mencatat bahwa 85 persen orang berusia di atas 65 tahun memiliki masalah kesehatan yang dapat menghalangi mereka untuk berolahraga.

Sedangkan masalah lain, seringkali orang yang berumur lanjut lebih terfokus pada obat anti penuaan eksternal dan melupakan usaha untuk membuat tubuhnya tetap sehat, yaitu berolahraga.

"29 miliar dolar dikeluarkan setiap tahunnya untuk obat anti penuaan, sebagian besar dihabiskan untuk hal-hal eksternal, seperti Botox dan implan payudara. Semua itu tidak berdampak pada kesehatan Anda dari dalam. Tantangannya adalah untuk membantu orang-orang agar menyadari bahwa mereka harus fokus pada pencegahan daripada penyempurnaan (penampilan)," jelas Milner.

Milner menjelaskan, olahraga yang dilakukan saat Anda masih muda hingga memasuki usia tua sangat bermanfaat bagi tubuh untuk menjauhkan dari berbagai penyakit yang berbahaya termasuk membuat Anda awet muda, ketimbang harus menyempurnakan tampilan dengan menggunakan produk anti penuaan eksternal.

"Dalam 10 tahun terakhir, saya telah melihat lebih banyak penelitian yang mencerminkan manfaat olahraga dalam mengurangi risiko berbagai gangguan medis, mulai dari sakit jantung sampai depresi dengan efek operasi empedu kandung kemih," tutur James Blumenthal, seorang profesor psikologi medis di Duke University Medical School.

Selain pemangkasan risiko berbagai macam penyakit, Blumenthal menambahkan, olahraga pada usia tua telah terbukti dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kepercayaan diri dan kondisi fisik sehingga lebih mudah untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari.

Meskipun semua ini kabar baik tentang bagaimana olahraga dapat memperbaiki kehidupan individu yang lebih tua, kuncinya adalah untuk memotivasi orang-orang tersebut untuk tetap bergerak.

Bagi orang-orang yang cenderung untuk berolahraga, Milner mengatakan motivator nomor satu 50 persen berasal sendiri, karena orang-orang tersebut tertarik dengan tetap sehat.

Tapi bagi orang-orang yang tidak memiliki keinginan yang kuat dari diri sendiri untuk berolahraga, Milner mengatakan dokter dapat membantu.

"52 persen dari dokter mengatakan kepada pasien mereka untuk berolahraga, tetapi hanya 14 persen yang benar-benar melakukan resep itu," kata Milner.

Pesan yang harus disampaikan adalah bahwa olahraga bukanlah pilihan. Olahraga harus dilakukan sebagai bagian dari rutinitas Anda, seperti halnya menyikat gigi.

Menurut Milner, cara lain untuk mendorong orang tua untuk melakukan olahraga adalah untuk menjelaskan bagaimana olahraga bisa membuat orang independen atau mandiri.

"Satu alasan mengapa orang dewasa perlu dibantu dalam hidup adalah kurangnya kekuatan kaki, sehingga mereka tidak bisa keluar dari kursi, berjalan menaiki tangga atau melakukan fungsi sendiri," kata Milner.

Jadi, jika mereka memulai berolahraga mereka akan jauh lebih mungkin untuk hidup mandiri, membawa belanjaan sendiri dan bermain dengan cucu.

No comments:

Artikel lainnya